KAMPAK – Ratusan pelajar.SMAN 1 Kampak, Kabupaten Trenggalek, menggelar aksi damai di halaman sekolah, Selasa (27/08/2025) menuntut transparansi anggaran sekolah, Kartu Program Indonesia Pintar (PIP) dan berbagai macam dana komite sekolah.
Lusiana Putri salah satu Siswa SMAN 1 Kampak mengatakan mereka menuntut transparansi anggaran terutama dana komite yang bersumber dari iuran Wali murid.
Selain dana ke komite, sekolah juga menarik berbagai iuran seperti Sumbangan bulanan (SPP), amal jariah, tabungan akhirat (tabarot), dan infak Jumat.
Uang tabarot sendiri sumbangan wali murid untuk membangun musholla, namun kejelasan dananya menurut Lusiana juga tidak jelas.
Bahkan sebagai bentuk transparasi setiap iuran dari siswa meminta bukti kwitansi tanda pembayaran tidak pernah diberikan oleh bendahara Komite
Alasannya kwatir datanya bocor ke Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Namun demikian, dana iuran yang bermacam macam tersebut tidak di imbangi dengan dukungan sekolah terhadap kegiatan siswa, seperti lomba tidak pernah mendapat dukungan dari dana tersebut.
Bahkan ketika ada kegiatan sekolah, para siswa masih harus menanggung biaya sendiri termasuk konsumsi dan transportasi.
Pada saat demonstrasi, siswa juga menyinggung persoalan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang dilakukan pihak sekolah.
Lusiana bahkan mengklaim, teman satu kelas yang mendapat PIP seharusnya Rp 1,8 juta, tinggal menerima Rp.200.000.
Alasannya dipotong untuk membayar SPP satu tahun, dan amal jariyah.
Ia berharap setelah ini pihak sekolah ada tranparansi dan tidak menarik iuran yang membebani wali murid.
Seandainya ada iuran, maka iuran tersebut bisa bermanfaat kembali kepada siswa sekolah.
Komentar