oleh

Tipu Warga Kecamatan Pule Melalui Facebook, Dua Orang Pelaku Asal Sulsel Di Ringkus Polisi

TRENGGALEK – Dua orang pelaku penipuan jual beli online berhasil ditangkap Satreskrim Polres Trenggalek.

Keduanya berinisial SR dan SF warga Kelurahan Tanete Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan.

Dua orang pelaku ditangkap usai menipu warga Kecamatan Pule dengan kerugian hingga jutaan rupiah.

Dalam melakukan aksinya, kedua pelaku menggunakan modus penipuan dengan jual beli melalui sosial media.

Kapolres Trenggalek, AKBP Dwiasi Wiyatputera, mengatakan korban merasa tertipu setelah membeli salah satu barang melalui media sosial Facebook.

“Namun, platform yang ada di media sosial tersebut tidak bisa dipastikan kebenarannya. Dan justru dimanfaatkan pelaku untuk melakukan tindak pidana penipuan dengan modus jual beli online,” Kata AKBP Dwiasi, Rabu (09/03/2022).

Dijelaskan oleh Dwiasi, kejadian itu bermula saat korban tertarik dengan sebuah motor trail mini yang diposting salah satu akun di grup Facebook Motor Bekas.

“Di dalam postingan tersebut, pelaku menawarkan sebuah mini trail seharga Rp 2,5 juta,” ujarnya.

Karena merasa tertarik, korban akhirnya melakukan komunikasi dan transaksi dengan pelaku.

“Untuk meyakinkan korban, pelaku kemudian mengirimkan video pengiriman hingga pengepakan ekspedisi via WhatsApp,” terang Dwiasi.

Setelah itu pelaku mengirim pesan kepada korban yang mengaku dari pihak ekspedisi dan meminta sejumlah uang dengan dalih asuransi.

“Korban juga dihubungi dengan nomor lain dan mentransfer sejumlah uang dengan alasan mempercepat pengiriman,” jelasnya.

Pelaku juga mengancam jika tidak melakukan yang diminta, barang yang dimaksud tidak akan dikirimkan hingga akhirnya korban menstransfer sejumlah uang ke pelaku.

“korban sampai melakukan transfer hingga 3 kali, hingga akhirnya merasa curiga telah ditipu,” ujar AKBP Dwiasi.

Karena merasa ditipu, korban akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polres Trenggalek.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan bekerjasama dengan Resmob Ditreskrimum Polda Sulawesi Selatan hingga berhasil menangkap dua orang pelaku yakni SR dan SF.

Dari penangkapan kedua pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa laptop yang di dalamnya terdapat bukti file resi pengiriman ke alamat korban dan juga Handphone (HP) yang terdapat file foto serta vidio seperti yang telah dikirimkan kepada korban.

“Menurut pengakuan, kedua pelaku telah melakukan aksinya ini selama tujuh bulan terakhir,” ujarnya.

Akibat perbuatannya ini, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 45 A ayat 1 UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman dipidana dengan pidana 6 tahun dan atau denda maksimal Rp 1 miliar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed