Tembus Rp.300 Ribu Perkilo, Kapulaga Jadi Primadona Baru Petani Trenggalek Selain Porang

TRENGGALEK – Di masa pandemi Covid-19 ini, tanaman rempah jadi salah satu komoditas yang diburu masyarakat karena dipercaya memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.

Bukan hanya jahe saja yang harganya melambung di masa pandemi, namun harga Kapulaga juga mengalami kenaikan signifikan.

Meningkatnya kebutuhan kapulaga saat pandemi covid-19 membuat harganya melambung tinggi. Dengan kondisi ini menguntungkan para petani.

Petani Kapulaga dari Desa Pakel Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek, Purnomo mengatakan, normalnya ia menjual buah Kapulaga kering ke tengkulak seharga Rp 50 ribu per kilogram.

“Biasanya Rp 40-50 ribu per kilogram, namun sekarang bisa tembus 250 sampai dengan 300 ribu perkilo,” katanya (26/11).

Harga komoditas itu terus merangkak naik, terutama di masa pandemi Covid-19.Ia sendiri tak tahu musabab harga Kapulaga naik signifikan.

Dari Rp 50 ribu per kilogram terus naik hingga kini harga komoditas itu mencapai Rp 300 ribu per kilogram.

BACA JUGA  Gairahkan Perekonomian, Pemkab Trenggalek Gelontorkan Dana Bantuan 6 Milyar Untuk UMKM

You May Also Like