oleh

Sri Sultan Hamengkubuwono X Akan Hadiri Malam Puncak muhibah Budaya Trenggalek

TRENGGALEK – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Dinas Kebudayaan DIY kembali menggelar Muhibah Budaya Mataraman Yogyakarta.

Untuk muhibah budaya tahun ini diselenggarakan di Kabupaten Trenggalek. Dan kegiatan ini menjadi wujud kerja sama antara Pemda DIY dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat ditemui pada Rabu (31/08) di lingkungan Pendopo Manggala Praja Nugraha, Trenggalek mengungkapkan, kerja sama di bidang kebudayaan juga harus terus dipelihara.

Dan muhibah budaya menjadi salah satu wujud kerja sama antar budaya antara Pemda DIY dan Kabupaten Trenggalek.

Selanjutnya Arifin berharap kerja sama budaya ini dapat mengilhami terjalinnya kerja sama pada sektor lainnya di masa mendatang.

“Selain nanti di sektor muhibah budaya ini, harapannya ke depan kita bisa memaksimalkan apa yang sudah dibangun oleh pemerintah di masa Pak Jokowi ini, baik Pemerintah Kabupaten Trenggalek maupun Pemda DIY. Misalnya, dapat memaksimalkan pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) agar dapat mengungkit sisi ekonomi dan pariwisata kedua belah pihak,” ungkapnya.

Arifin pun menuturkan harapannya, keberadaan JJLS mampu membuat konektivitas antar daerah bisa semakin baik.

Tak hanya mampu mengungkit di sisi ekonomi saja, tapi juga dari sisi pariwisata.

Ia pun berharap DIY bisa menjadi leading destinasi wisata dunia sehingga bisa memberi dampak luas ke daerah lainnya, termasuk Kabupaten Trenggalek.

“Ya harapannya nanti bisa nyetrum lah, (dampak perkembangan pariwisata) ini kita bisa ketularan juga ramainya, sehingga berkah yang dirasakan masyarakat Jogja juga bisa dirasakan oleh masyarakat di Trenggalek,” jelas Arifin.

Terkait pelaksanaan muhibah budaya kali ini, Arifin juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemda DIY atas penyelenggaraan workshop dan serangkaian kegiatan lain yang menjadi bagian dari muhibah budaya ini.

Menurut Arifin, masyarakat Trenggalek tentu merasakan banyak manfaat dari berbagai workshop maupun pameran yang diselenggarakan.

“Tentunya (diharapkan) bagaimana kebudayaan Mataram ini nanti bisa ngremboko, khususnya budaya dari Ngayogyakarta Hadiningrat. Jadi (kami) sangat senang sekali bisa terayomi, sekaligus juga dibantu meskipun secara administratif kami berada di Jawa Timur, tapi provinsi DIY, Ngarsa Dalem Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X begitu mengapresiasi atau begitu sangat perhatian terhadap kami warga Trenggalek,” imbuh Arifin.

Menuju Malam Puncak Muhibah Budaya Trenggalek 2022 yang dihadiri langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Arifin menuturkan bahwa dirinya turut berdebar-debar terkait pelaksanaan penampilan dari para peserta workshop tari tradisional gaya Yogyakarta yang akan ditampilkan.

“Tentunya ada deg-degannya karena persiapannya cukup singkat. Ketika nanti ditampilkan di depan Ngarsa Dalem tentu juga akan menjadi sedikit tekanan, tetapi ketika nanti sukses itu menunjukkan bahwa kedekatan kultur kita sangatlah dekat,” tutur Arifin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.