oleh

Sejarah Kembalinya Prasasti Kamulan, Pemkab Trenggalek Gelar Ruwatan

Koordinator BPCB Jawa Timur wilayah Tulungagung-Trenggalek, Hariyadi menerangkan proses pemindahan prasasti ini dilakukan setelah ada kesepakatan antara pihak Pemkab Trenggalak dan Tulungagung.

Sejarah kembalinya Prasasti kamulan

Sebelumnya Pemkab Trenggalek telah berkirim surat ke Pemkab Tulungagung perihal rencana pemindahan prasasti ini.

“Dan kemudian disarankan untuk berkonsultasi dengan BPCB Jawa Timur hasilnya ditindaklanjuti dengan pemindahan,” ujarnya, Kamis (16/12/2021).

Keberadaan prasasti Kamulan sempat tidak diketahui keberadaannya, hingga sekitar 8 tahun lalu ahli Epigrapi dari Perancis, Prof. Arlo berkunjung ke Tulungagung.

Dalam kunjungannya, Prof. Arlo meneliti dan mengkaji puluhan batu Prasasti yang tersebar di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Dari hasil kajian dan penelitiannya akhirnya di ketahui nama 2 prasasti, yakni Prasasti Lawadan yang berada di lingkungan Pabrik Marmer Besole dan Prasasti Kamulan yang berada di Museum Daerah Tulungagung.

Berawal dari situlah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung mengundang TIM dari UGM untuk meverifikasi kebedaran info tentang keberadaan Prasasti Lawadan.

Juga tidak ketinggalan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek mengundang Balai Arkeologi Jogjakarta untuk memverifikasi kebenaran informasi keberadaan Prasasti Kamulan.

Ternyata hasil verifikasi dari dari Balai Arkeologi menyatakan kebenaran seperti informasi benar Prof. Arlo.

“Sehingga Kabupaten Trenggalek menginginkan pemindahan pusaka (prasasti) ini ke Trenggalek,” terang Hariyadi.

Prasasti Kamulan sebelumnya berada di Pendopo Tulungagung sejak jaman kolonial Belanda.

Sejarah Prasasti Kamulan

Prasasti ini ditemukan di wilayah Kamulan yang sekarang masuk dalam wilayah Kabupaten Trenggalek.

Prasasti Kamulan dikeluarkan pada tanggal 31 Agustus 1194 M oleh Maharaja Panjalu Kadiri Sri Kertajaya.

Bagian depan prasasti memuat 28 baris tulisan, bagian belakang 32 baris, bagian kiri 32 baris, dan bagian kanan sudah aus tak terbaca.

Prasasti merupakan bentuk hadiah dari raja pada para Samya Haji Katandan Sakapat yang telah ikut berjuang mengembalikan raja ke singgasana di Kediri akibat serbuan musuh dari timur.

Dituliskan dalam prasasti Kamulan, daerah yang berada di wilayah kekuasaan Katandan Sakapat meliputi desa Ketandan, Kalangbret, Tulungagung.

Dengan kata lain pada waktu dikeluarkannya prasasti oleh Kertajaya, daerah Kamulan dan sekitarnya masih termasuk wilayah Kalangbret Tulungagung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.