oleh

Ranperda Percepatan Pembangunan RSUD dr. Soedomo Dan Dana Cadangan Pilbup, Ini Jawaban Eksekutif

TRENGGALEK – Pihak eksekutif melalui Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara memberikan jawaban umum fraksi-fraksi DPRD atas 2 ranperda yang diusulkan.

Dua ranperda tersebut yakni Ranperda dana cadangan pemilihan bupati wakil bupati dan ranperda percepatan pembangunan RSUD dr. Soedomo melalui pembayaran tahun jamak.

Dalam sidang paripurna DPRD dengan agenda jawaban eksekutif atas pandangan umum fraksi-fraksi, yang digelar, Senin (13/12/2021), Wakil Bupati Trenggalek mengatakan Pembentukan dana cadangan pilkada sudah sesuai Undang Undang

“Pembentukan dana cadangan pilkada sudah sesuai mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya.

Selain itu juga dikuatkan dengan Permendagri nomor 27 tahun 2021, dimana pembentukan dana cadangan ini diizinkan melalui peraturan daerah.

“pembentukan dana cadangan ini diizinkan melalui peraturan daerah atas persetujuan bersama eksekutif dan DPRD,” terangnya.

Sedangkan terkait Ranperda percepatan pembangunan RSUD dr. Soedomo melalui pembayaran tahun jamak, Wabup Syah menyampaikan percepatan pembangunan RSUD ini sudah sesuai dengan RPJMD tahun 2021-2026.

“Pengalaman penanganan Pandemi Covid 19 yang puncaknya pandemi terjadi pada bulan Juli hingga Agustus 2021 lalu, ruang isolasi dan IGD tidak mampu menampung pasien menjadi pembelajaran berharga bagi kami,” ujar wakil Bupati Trenggalek.

Wabup Syah mengatakan, ketangguhan menghadapi pandemi dan kejadian luar biasa lainnya di RSUD dr. Soedomo adalah tumpuan kita bersama.

“Perlu kita ingat saat puncak pandemi antrian pasien cukup panjang dan bahkan ada 56 pasien Covid yang harus dihentikan di IGD tidak boleh terulang lagi,” terangnya.

Selain itu kehadiran ruang isolasi Covid yang dilengkapi sarana IGD itu menunjukkan kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan akses pelayanan kesehatan yang memenuhi standar pelayanan.

Wabup Syah mengatakan, saat ini telah ada dokter spesialis dengan jumlah 2 hingga 4 dokter per bagian spesialis yang ada serta didukung tenaga paramedis dan tenaga penunjang lainnya.

“desain pembangunan ruang isolasi Covid 19 dan IGD beserta instalasi penunjangnya di RSUD dr Soedomo Trenggalek, memperhatikan rencana jangka panjang,” ujarnya.