Lelang Jabatan Kepala OPD, Bupati Trenggalek : Tahun 2023 Kita Harus Memiliki Tim Kuat

TRENGGALEK – pasca dilantiknya sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Trenggalek, Bupati Trenggalek tancap gas akan mengisi beberapa jabatan yang kosong di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ada sepuluh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Trenggalek yang saat ini kosong dan di isi Pejabat Sementara (Pjs).

OPD yang belum memiliki Kepala Definitif dan masih kosong yakni Badan Keuangan Daerah (Bakeuda), Dinas Kependudukan dan catatan Sipil, Dinas PMPTSP, dan Dinas Peternakan.

Selanjutnya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas sosial Pemberdayaan Perempuan dan anak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, staf ahli, dan dua asisten.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, dalam waktu dekat Pemkab Trenggalek akan mempercepat mengisi jabatan yang kosong.

“Dalam waktu dekat akan segera kami lakukan seleksi terbuka untuk mengisi posisi tertentu yang kosong,” teranh Mochamad Nur Arifin. Kamis (29/09/2022)

Diakatakan oleh Nur Arifin, Jumlah eselon 2 setingkat Kepala Dinas di Pemkab Trenggale saat ini tidak mencukupi untuk mengisi kekosongan pada saat ini.

” Ini akan membuka peluang pegawai eselon 3 untuk naik pangkat,” ujarnya.

Para pegawai eselon 2 nantinya akan dilakukan assessment dan memungkinkan terjadinya rotasi dan mutasi jabatan.

“Namun seandainya yang dirotasi jumlah jabatan dengan jumlah pejabatnya masih lebih banyak jumlah jabatannya. Maka dari itu akan ada seleksi terbuka,” kata Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu.

Sebagai persyaratan naik jabatan eselon 3, para pegawai harus mengikuti serangkaian tes agar bisa naik jabatan sebagai kepala dinas atau jabatan setingkatnya.

“Namun demikian pengisian jabatan yang kosong ini tidak boleh kita dilakukan secara gegabah,” ujarnya.

Hal ini dilakukan agar pekerjaan yang kini tengah berjalan tidak akan terganggu dengan adanya gonta ganti pejabat.

“Tapi kami juga harus melihat, jangan sampai nanti mengganggu kinerja tahun ini. Kita harus pilah-pilah. Jangan sampai nanti ganti-ganti pejabat malah pekerjaannya enggak beres,” tuturnya.

Maka dari itu, pengisian jabatan akan diseleksi secara mendetail dengan skala prioritas.

Organisasi perangkat daerah (OPD) yang dianggap penting akan didahulukan.

Mas Ipin juga belum bisa memastikan kapan pengisian jabatan itu akan dilakukan.

“Tapi setidaknya, sampai nanti Desember 2022 atau Januari 2023, formatnya sudah harus ketemu, pokoknya tahun 2023 kita harus memiliki tim kuat” ucap dia.

Terpisah Sekretaris Daerah (Sekda) Trenggalek, Edi Soepriyanto mengatakan sebagai pejabat baru pihaknya akan mengikuti petunjuk Bupati.

“Untuk pengisian Jabatan yang kosong di lingkup OPD, Kita tetap menunggu petunjuk Beliau (Bupati Trenggalek),” ujar Edi.

Apabila dimungkinkan, dalam waktu dekat berharap bisa dilakukan lelang jabatan agar roda Birokrasi bisa berjalan dengan baik.

“Kami akan berusaha membenahi dan membantu kinerja Bupati Treggalek secara maksimal, termasuk Pengisian jabatan di Birokrasi,” Pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *