Ikut Istri Ke Trenggalek, Rumah Yang Mau Dibeli Orang Tuanya Pilih Dirobohkan

0

PONOROGO – Rumah di Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo yang viral usai dirobohkan Kalam ternyata sudah kosong selama empat tahun terakhir. Dan baru sembilan bulan terakhir, rumah itu ditinggali oleh paman Kalam, Suraji beserta istrinya, Dami.

“Waktu rumah dirobohkan pada Sabtu (19/9) lalu saya nggak tahu, saya pas ke pasar. Pulang-pulang sampai rumah ternyata sudah roboh,” tutur Dami kep, Selasa (22/9/2020).

Rumah yang dibangun Kalam di Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Ponorogo dirobohkannya sendiri dengan alat berat. Perobohan rumah seluas 70 meter persegi itu viral di medsos.

Kades Tumpuk Imam Sulardi mengatakan kasus ini sebenarnya sudah banyak yang tahu. Pihak desa bahkan sudah berusaha memediasi antara pihak yang terlibat.

“Mediasi sudah dilakukan tiga kali,” ujar Imam kepada wartawan, Selasa (22/9/2020).

Imam mengatakan tanah tempat rumah itu berdiri merupakan tanah warisan keluarga besar Kasmi.

Namun rumah yang berdiri di atasnya merupakan rumah yang dibangun Kalam. Dana membangun rumah itu berasal dari hasil kerja istri Kalam saat menjadi TKW di Ponorogo.

“Bangunan rumah ini berdiri di atas lahan warisan keluarga besar. Pak Kalam ingin menjual rumah saja, karena tanah milik keluarga tidak dijual,” jelas Imam.

Imam menjelaskan keluarga besar tidak mengizinkan tanah tersebut disertifikat atas nama Kalam. Karena memang tanah itu tidak dijual. Karena saat itu tak menemui titik temu, Kalam pun tak menempati rumah itu selama empat tahun.

“Akhirnya Kalam pun ikut istrinya pulang ke Trenggalek sejak empat tahun lalu,” imbuh Imam.

Rumah tersebut, lanjut Imam, sempat ditinggali oleh pamannya, Marji dan istrinya Dami. Saat itu, Marji sebenarnya ingin membeli rumah tersebut. Namun Kalam meminta harga Rp 70 juta.

Sedangkan Marji hanya mampu Rp 60 juta. Marji pun meminta bantuan kepada Kasmi, ibu Kalam, untuk membujuk anaknya agar rumah itu mau dibeli. Marji menitipkan uang Rp 40 juta ke Kasmi untuk dibayarkan ke Kalam.