Dinilai Berhasil Dalam Penanganan Stunting, Pemkab Tulungagung Kaji Banding Ke Trenggalek

0

TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam menangani dan menekan angka stunting dinilai berhasil, beberapa jajaran OPD dari Pemkab Tulungagung melakukan kaji banding penanganan stunting ke Kabupaten Trenggalek, Selasa (6/10/2020).

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak usia dibawah 5 tahun akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan, kondisi ini dapat dilihat dari panjang atau tinggi badan dibawah standar anak seumurannya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Ir.Joko Irianto, M.Si menyambut baik kunjungan kaji banding dari Pemkab Tulungagung tersebut. Dalam sambutannya, Sekda Joko Irianto menuturkan keberhasilan penanganan stunting di Trenggalek berkat komitmen lintas sektor dari beberapa OPD Pemkab Trenggalek.

Sekda menjelaskan strategi nasional percepatan penanganan stunting menetapkan 100 kabupaten wilayah prioritas penanganan pada Tahun 2018, dan merencanakan perluasan penanganan secara bertahap sampai dengan seluruh kabupaten/kota tertangani pada 2021.

Sebagai tindak lanjut “analisis lokasi yang memerlukan prioritas penanganan dan analisis intervensi layanan yang memerlukan prioritas penanganan”. Telah dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor di tingkat kabupaten, dan telah menetapkan desa lokus penanganan stunting di Tahun 2020 sejumlah 25 desa, dan menyusun rekomendasi intervensi di wilayah desa lokus.

Di Tahun 2020 Pemkab Trenggalek juga telah menetapkan lokus stunting tahun 2021 serta susunan rekomendasi intervensi.