oleh

Dibelikan Tiket, Dinas Sosial Trenggalek Pulangkan 5 Orang Anak Punk Yang Terjaring Satpol PP

TRENGGALEK – Dinas Sosial P3A Kabupaten Trenggalek memulangkan 5 orang anak jalanan yang terjaring Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke rumah masing masing.

Kelima anak jalanan tersebut yakni DRS dari Desa Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, WK dari Kabupaten Sragen dan AZ dari Kabupaten Grobogan.

Sedangkan dua orang perempuan yang masih anak anak yakni CA asal Kota Semarang dan SM dari Kabupaten Demak.

Kepala Bidang pelayanan dan rehabilitasi sosial Dinas Sosial P3A Kabupaten Trenggalek, M Tohir mengatakan kelimanya saat ini sudah dipulangkan ke rumahnya masing masing.

“Usai kita lakukan pembinaan dan dilakukan cek data, selanjutnya kita pulangkan ke rumah masing masing,” ujarnya. Kamis (13/01/2022).

Dikatakan oleh M Tohir, proses pemulangan kelima anak punk tersebut ada yang diantar langsung ke rumah dan ada yang dibelikan tiket bus.

“Untuk yang lokal Trenggalek diantar langsung ke Rumahnya oleh Satpol PP sedangkan yang dari luar kota kita belikan tiket bus,” terangnya.

Menurut Tohir, mereka perlu bimbingan dan kasih sayang dari orang tua agar tidak memilih turun di jalanan dari kota ke kota.

“Dua orang anak yang perempuan ini ngakunya ke orang tua bermain ke rumah temannya, namun menghilang hingga dua bulan tidak pulang ke Rumah,” terangnya.

Yang membuat miris, kata Tohir, mereka mayoritas masih anak anak dibawah umur yang riskan terjadi pergaulan bebas.

“Mereka memilih kabur di jalanan berkumpul dengan sesama anak punk, dan di situ laki laki perempuan bercampur sehingga resiko seks bebas,” ujarnya.

Diamankan Satpol PP

Diberitakan sebelumnya, Satpol PP Trenggalek menjaring 5 orang anak punk atau anak jalanan saat tidur di emperan sebuah minimarket di Wilayah Kecamatan Tugu.

“Anak punk tersebut diamankan atas laporan masyarakat yang mengaku resah dengan keberadaan mereka,” kata Kasatpol PP Trenggalek,Triadi Atmono, Rabu (12/01/2021).

Sebelum dilakukan razia penertiban, mereka sering terlihat mengamen di perempatan lampu merah di wilayah Trenggalek.

Selain itu penampilan mereka yang menyeramkan dengan banyak tato di badan membuat pengendara merasa takut.

“Mereka sebelum di Trenggalek, ngakunya dari Malang dan akan melanjutkan perjalanan menuju Semarang ,” jelas Triadi.

Setelah diamankan, kelima anak jalanan tersebut langsung dibawa ke kantor Dinas Sosial P3A Kabupaten Trenggalek untuk dilakukan pendataan dan diberikan pembinaan.

“Mereka kita serahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek sebelum dipulangkan daerah masing-masing,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.